Cendol Barat dan Karang Tengah : Plat Deker untuk Atasi Luapan Air Menuju Akses Pemakaman Dusun
- Nov 08, 2025
- Nur Fadila, S.E
- Pemerintahan , Kegiatan Desa
Pekerjaan pembangunan plat deker di Dusun Cendol Barat berlangsung sejak 8 hingga 19 Oktober 2025 dan kini memasuki tahap finishing. Lokasi ini dipilih karena jalur utama menuju pemakaman dusun sering tergenang saat hujan. Kondisi drainase yang kurang memadai menyebabkan air tidak mengalir dengan baik sehingga meluber ke jalan.
Ibu Hermina, warga Cendol Barat, sangat merasakan manfaat pembangunan ini. Ia mengatakan bahwa setiap musim hujan, air sering naik ke badan jalan sehingga menyulitkan warga yang melintas, terutama ketika ada kegiatan ke pemakaman. “Dengan adanya plat deker baru ini, air bisa mengalir lebih lancar. Jalan jadi tidak mudah terendam lagi. Kami sangat terbantu,” ungkapnya.
Ibu Jumiati menambahkan bahwa sebelumnya air sering mengalir deras ke tengah jalan, membuat kendaraan harus ekstra hati-hati. Kini, aliran air lebih terarah ke saluran bawah. “Semoga dengan plat deker ini, jalan tetap aman meski hujan deras,” harapnya.
Ketua RT 21, Bapak Riyanto, juga mengonfirmasi bahwa wilayah tersebut memang sudah lama membutuhkan perbaikan drainase. Melalui plat deker ini, aliran air hujan menjadi lebih tertata sehingga risiko kerusakan jalan semakin berkurang. “Selain memperlancar mobilitas, ini juga solusi jangka panjang untuk masalah banjir jalan,” ujarnya.

Karangtengah: Akses Bebas Genangan dan Mendukung Aktivitas Masyarakat
Di Dusun Karangtengah, pembangunan plat deker berlangsung pada 14 hingga 26 Oktober 2025. Sama seperti Cendol Barat, wilayah ini juga kerap mengalami luapan air yang mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di sekitar wilayah pertanian.
Bapak Rofik, warga Karangtengah, menjelaskan bahwa genangan air pada musim hujan menjadi masalah tahunan. Jalan sering licin dan tergenang, membuat akses kendaraan terhambat. “Dengan pembangunan plat deker ini, air bisa langsung menuju saluran. Jalan tidak lagi digenangi air,” tuturnya.
Kasun Karangtengah, Bapak Edi Kurniawan, menyampaikan bahwa pembangunan ini memang menjadi prioritas karena kondisi drainase lama tidak dapat menampung debit air hujan yang meningkat. Plat deker yang baru diharapkan mampu mengarahkan aliran air lebih baik sehingga jalan tetap aman meskipun terjadi hujan deras. “Warga sangat menyambut baik pembangunan ini,” tambahnya.
Peran PBB dalam Mendukung Infrastruktur Desa
Selain Dana Desa, keberlangsungan pembangunan infrastruktur juga didukung oleh partisipasi warga dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). PBB menjadi salah satu sumber pemasukan desa yang dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan sarana prasarana, termasuk perbaikan dan pembangunan drainase lingkungan.
Dengan tertib membayar PBB, warga telah ikut ambil bagian dalam membangun desa—bukan hanya melalui tenaga dalam kegiatan swakelola, tetapi juga melalui kontribusi pendapatan yang memperkuat anggaran pembangunan.
Menuju Desa yang Lebih Tahan Hujan dan Berdaya
Pembangunan plat deker di dua dusun ini membuktikan bahwa Pemerintah Desa Ngadirejo tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan solusi yang langsung menjawab persoalan warga, terutama saat musim hujan. Melalui kerja sama pemerintah desa, swadaya masyarakat, dan kontribusi PBB, Desa Ngadirejo bergerak menuju lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong, warga dan pemerintah desa bersama-sama mewujudkan Desa Ngadirejo yang lebih maju, mandiri, dan tahan terhadap persoalan banjir jalan di musim hujan.