“Kesehatan Gigi dan Pencegahan Stunting Jadi Sorotan di Pertemuan Rutin Kader ILP Desa Ngadirejo"

  • Apr 26, 2025
  • NUR FADILA, S.E
  • Kesehatan

Pertemuan rutin kader ILP (Indeks Layanan Primer) Desa Ngadirejo kembali digelar pada bulan April 2025 dengan semangat kolaborasi lintas sektor. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Ngadirejo ini dihadiri oleh sejumlah narasumber dari Puskesmas Kromengan dan PLKB Kecamatan Kromengan, serta kader kesehatan desa.

 

Salah satu materi utama disampaikan oleh dr. Galuh dari Poli Gigi Puskesmas Kromengan. Beliau memaparkan tentang layanan pemasangan gigi palsu gratis bagi warga yang memiliki fasilitas kesehatan (faskes) sesuai ketentuan. Namun, dr. Galuh menekankan bahwa pemasangan gigi hanya dapat dilakukan pada gusi yang sehat, tanpa sisa akar gigi berlubang atau karang gigi. Menariknya, metode pemasangan dilakukan dengan cara “ditanam” langsung ke dalam gusi, memastikan hasil yang lebih kuat dan nyaman bagi pengguna.

Lebih dari itu, dr. Galuh juga mengaitkan pentingnya kesehatan gigi pada anak-anak sebagai salah satu faktor penyebab stunting. Oleh karena itu, kader ILP diharapkan aktif mengedukasi ibu-ibu balita agar rutin memeriksakan gigi anak mereka ke Puskesmas. Untuk memudahkan pelayanan, berikut jadwal praktik Poli Gigi Puskesmas Kromengan:

Senin–Kamis pukul 08.00–12.00 WIB, Jumat pukul 08.00–10.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00–11.00 WIB.

Sebagai bentuk apresiasi, dr. Galuh juga membagikan pasta gigi gratis kepada 10 kader pertama yang hadir dalam pertemuan tersebut.

 

Sesi selanjutnya diisi oleh Bapak Slamet dari PLKB Kecamatan Kromengan yang juga menyoroti pentingnya kesehatan gigi terhadap tumbuh kembang anak. Ia menyampaikan bahwa di Desa Ngadirejo saat ini terdapat 20 anak yang terindikasi mengalami stunting dengan berbagai tingkat kondisi, serta 3 anak yang hampir mendekati status stunting.

 

Dalam upaya penanganan, Bu Rina selaku bidan desa menjelaskan bahwa bantuan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) pemulihan sudah diberikan secara rutin oleh PLKB, Puskesmas, dan Pemerintah Desa kepada anak-anak tersebut. Bantuan ini menunjukkan hasil positif, di mana sebagian anak mulai menunjukkan perkembangan menuju kondisi normal. Tiga anak yang hampir stunting juga terus dipantau dan tetap menerima PMT.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua dan petugas kesehatan dalam menjaga kelancaran distribusi PMT. Selain itu, administrasi di Posyandu Rahayu harus diisi secara rutin karena pemeriksaan tumbuh kembang anak dilakukan setiap tiga bulan.

Sebagai pengingat, Posyandu bulan Mei 2025 akan dilaksanakan pada hari Senin, 5 Mei 2025.

Dengan kolaborasi aktif semua pihak, diharapkan kesehatan anak-anak dan masyarakat Desa Ngadirejo akan semakin meningkat dan stunting dapat dicegah sejak dini.