Warga RT 28 Dusun Cendol Tunjukkan Aksi Nyata Kebangkitan Lewat Kerja Bakti Swadaya

  • May 21, 2025
  • NUR FADILA, S.E
  • Kegiatan Desa

Ngadirejo, 20 Mei 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei, lima orang warga RT 28 Dusun Cendol, Desa Ngadirejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, menunjukkan aksi nyata dengan menggelar kerja bakti membersihkan saluran air dan membangun plat deker secara swadaya.

Selama ini, saluran air di sebagian jalan RT 28 mengalami kondisi yang memprihatinkan. Tidak adanya got yang memadai serta tersumbatnya jalur air oleh sampah dan endapan tanah menyebabkan air kerap meluap ke jalan setiap kali hujan turun. Genangan ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan risiko kerusakan lingkungan sekitar.

Meski hanya berlima, masyarakat sekitar lokasi terdampak tidak tinggal diam. Dengan kesadaran penuh dan semangat gotong royong, mereka turun langsung memperbaiki kondisi tersebut. Alat seadanya seperti cangkul, sekop, dan ember digunakan untuk mengangkat sedimen, membersihkan jalur air, dan menata ulang saluran agar air bisa kembali mengalir dengan lancar. Mereka juga membangun plat deker kecil untuk menutup sebagian saluran yang melintasi akses jalan.

Kegiatan ini dilakukan murni atas dasar swadaya dan inisiatif pribadi, tanpa dukungan anggaran dari luar. Biaya pembelian material dan konsumsi ditanggung secara mandiri oleh para warga yang terlibat. Dalam diam, mereka bergerak. Dalam keterbatasan, mereka memilih untuk tidak menunggu.

“Memang hanya lima orang yang terlibat, tapi semangat kami tidak kalah dengan orang banyak. Yang penting lingkungan kami jadi lebih baik dan tidak tergenang lagi saat hujan,” ujar salah satu warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Semangat kerja bakti ini menjadi cerminan nilai-nilai Hari Kebangkitan Nasional — bahwa kebangkitan tidak selalu harus dalam skala besar. Kadang, ia lahir dari tindakan kecil yang dilakukan dengan tulus dan penuh tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Kepala Desa Ngadirejo juga mengapresiasi inisiatif tersebut, menyebut bahwa aksi lima orang warga ini bisa menjadi pemantik semangat bagi warga lainnya untuk ikut peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Ini bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari siapa saja. Tidak perlu ramai, yang penting nyata,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada program formal atau bantuan pemerintah. Justru dari kepedulian wargalah semangat gotong royong dan kemandirian desa bisa terus hidup.

Dengan selesainya plat deker dan lancarnya saluran air, warga di sekitar lokasi kini bisa bernapas lega saat musim hujan datang. Meski sederhana, hasil dari kerja bakti ini dirasakan langsung manfaatnya oleh lingkungan sekitar.