Posyandu ILP Rahayu 4 Bulan Juni: Cegah Stunting dan Layanan Kesehatan untuk Semua Usia
- Jun 05, 2025
- Dila Tim KIM Nawasena
- Kegiatan Desa, Kesehatan, Informasi Publik
Ngadirejo, 5 Juni 2025 — Posyandu ILP Rahayu 4 kembali menggelar kegiatan rutinnya pada hari Kamis, 5 Juni 2025, bertempat di Masjid Baiturrahman, Dusun Cendol Barat, Desa Ngadirejo. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan balita, tetapi kini juga diperluas untuk anak usia produktif (10–17 tahun) serta pra lansia dan lansia, sejalan dengan komitmen untuk membina kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Sejak pagi hari, warga telah berdatangan untuk mengikuti berbagai layanan yang tersedia. Bidan desa Ibu Rina P. dan Perawat desa Ibu Denik, bersama kader Posyandu ILP Pos 4 Ngadirejo, melayani dengan ramah dan sigap. Kegiatan meliputi penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita, imunisasi, serta konsultasi gizi dan tumbuh kembang anak.
Yang menjadi sorotan pada kegiatan Posyandu kali ini adalah hadirnya penyuluhan stunting dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA). Para ibu dihimbau untuk tidak langsung pulang setelah pemeriksaan, karena materi yang disampaikan sangat penting bagi tumbuh kembang anak.
“Penyuluhan ini sangat membuka wawasan, terutama tentang bagaimana stunting tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga otak dan masa depan anak,” ujar salah satu peserta, Ibu Ernik, warga RT 25
Penyuluhan Kelas Potensi Stunting: Kolaborasi UNISMA dan Puskesmas Kromengan
Dalam kesempatan ini, UNISMA juga menggelar kelas penyuluhan bertema “Potensi Stunting pada Anak”, yang memberikan pengetahuan praktis kepada orang tua tentang faktor risiko stunting dan pencegahannya. Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana, menyentuh topik penting seperti asupan gizi dalam 1.000 hari pertama kehidupan, pola makan remaja, hingga pentingnya lingkungan rumah yang sehat.
Kegiatan edukatif ini turut didukung oleh Puskesmas Kromengan, yang menyediakan materi penyuluhan, leaflet, serta tenaga kesehatan yang membantu menjawab pertanyaan warga secara langsung.
“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi soal kualitas hidup dan potensi anak di masa depan,” ungkap salah satu narasumber dari Fakultas Kedokteran UNISMA.
Kehadiran tim penyuluh ini memperkaya pengalaman warga dalam mengikuti Posyandu, dan memberi penekanan bahwa edukasi kesehatan harus menjadi bagian penting dari layanan dasar masyarakat.
Layanan yang Lebih Luas untuk Semua Usia
Tidak hanya melayani balita dan ibu hamil, Posyandu ILP kini juga memperluas pelayanannya ke anak usia 10–17 tahun, yang sering disebut sebagai kelompok usia produktif. Mereka mendapatkan edukasi seputar kebersihan diri, pola makan sehat, serta pentingnya aktivitas fisik secara teratur.
Selain itu, pra lansia dan lansia juga tak luput dari perhatian. Mereka diperiksa tekanan darah, kadar gula darah, serta mendapatkan konsultasi ringan terkait penyakit degeneratif.
“Dengan layanan yang makin lengkap seperti ini, Posyandu bisa menjadi pusat kesehatan masyarakat di tingkat dusun. Kami senang bisa melayani berbagai kelompok usia,” ungkap Ibu Denik, perawat desa yang mendampingi jalannya kegiatan.
Kader Posyandu: Garda Terdepan Pelayanan
Peran kader Posyandu ILP Pos 4 Ngadirejo sangat penting dalam kelancaran kegiatan ini. Mereka aktif membantu pencatatan, mengatur antrian, dan mendampingi warga saat proses pemeriksaan berlangsung. Semangat dan dedikasi para kader menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan kegiatan ini setiap bulannya.
Membangun Kesadaran, Menjaga Masa Depan
Stunting menjadi isu yang dibahas secara serius dalam kegiatan ini. Edukasi dari UNISMA dan Puskesmas Kromengan diharapkan dapat memotivasi para orang tua untuk lebih peduli terhadap pola makan dan kebersihan lingkungan anak-anak mereka.
“Posyandu adalah langkah awal untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Kami mengajak semua ibu untuk rutin datang setiap bulan, karena pemantauan tumbuh kembang anak adalah investasi masa depan,” pesan Bidan Rina P..
Warga Semakin Peduli dan Aktif
Antusiasme warga terlihat dari tingginya jumlah kehadiran dan partisipasi aktif dalam sesi penyuluhan. Banyak yang mengaku terbantu dengan informasi yang diberikan, serta merasa nyaman dengan suasana Posyandu yang tertib dan bersahabat.
Dengan pelayanan yang semakin lengkap dan dukungan berbagai pihak, Posyandu ILP Rahayu 4 tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan kesehatan, tapi juga pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.