Semarak Pawai Budaya Bersih Desa Ngadirejo 2025
- Jun 21, 2025
- NUR FADILA, S.E
- Kegiatan Desa, Tradisi Masyarakat , Dokumentasi Kegiatan Desa
Ngadirejo, 21 Juni 2025 — Desa Ngadirejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang kembali menggelar acara tahunan yang sangat dinanti-nanti, yaitu Pawai Budaya Bersih Desa Tahun 2025. Acara yang menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan bersih desa ini diikuti oleh seluruh dusun yang ada di wilayah Desa Ngadirejo. Pawai digelar dengan semarak dan penuh antusiasme dari warga desa serta disambut hangat oleh masyarakat sekitar.
Kegiatan pawai budaya dimulai tepat pukul 14.00 WIB dengan titik start di Dusun Cendol Barat, dan berakhir di Balai Desa Ngadirejo sebagai titik finish. Ribuan warga memadati rute pawai untuk menyaksikan berbagai penampilan kontingen dari masing-masing dusun yang membawa tema budaya, tradisi, serta keunikan khas daerah masing-masing. Kegiatan ini berlangsung lancar dan meriah hingga selesai, berkat kerja sama yang solid dari panitia serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Pawai budaya tahun ini diikuti oleh 18 kontingen dari berbagai RT dan dusun yang ada di Desa Ngadirejo. Tiap kontingen menampilkan kreativitasnya dalam bentuk kostum adat, tari-tarian, dan atraksi unik yang diiringi oleh puluhan sound system dari vendor lokal. Daftar kontingen berdasarkan urutan pemberangkatan adalah sebagai berikut:
- Pasukan Merah Putih SMPN 1 Kromengan (35 peserta)
- Perangkat Desa Ngadirejo (40 peserta) - AS Audio
- Pasukan Garuda SMPN 1 Kromengan (35 peserta)
- Campursari RT 19-24 Dusun Cendol Timur (40 peserta) - Rojo Koyo Audio
- Marlena Dadapan (50 peserta) - WPD Audio
- Marlena Karangtengah 3 (100 peserta) - Lokal Audio
- Sakera Jago Barat (50 peserta) - Lokal Audio
- Bali Jago Barat (90 peserta) - Triple-F Audio
- Bali Mbareng (90 peserta) - Timjay Audio
- Dayak Borneo (Lapangan Pujut - Karangtengah Dadapan) (100 peserta) - BP Audio
- Karangtenggah 3 (50 peserta) - Putra Mandiri Audio
- Topeng Ireng Cendol Barat (75 peserta) - Duvan Mulya
- Jersey RT 6-7 (60 peserta) - Ariesta Audio
- Bali Jago Timur (50 peserta) - JLT Audio
- Cendol Timur Selatan (90 peserta) - FA Network
- Karangtengah 2 (79 peserta) - FA Network
- Karangtengah 1 (72 peserta) - Riswanda Audio
Pawai ini bukan hanya menjadi ajang unjuk kreativitas budaya warga, tetapi juga sebagai sarana mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat lintas dusun. Setiap kontingen menampilkan ciri khas budaya Nusantara yang dipadukan dengan elemen lokal desa, mulai dari tarian tradisional, busana adat, hingga kostum tematik yang menggambarkan keragaman budaya Indonesia.
Yang menarik, beberapa atraksi diselenggarakan di titik-titik tertentu sepanjang rute pawai. Hal ini menjadi magnet tersendiri bagi penonton yang ingin melihat penampilan lebih dekat dan menyemarakkan suasana desa. Denah rute karnaval pun telah disiapkan dengan matang, lengkap dengan area khusus atraksi di depan masjid dan beberapa titik strategis lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Muspika Kecamatan Kromengan beserta jajaran sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan budaya yang telah menjadi tradisi tahunan ini. Dalam sambutannya, perwakilan Muspika menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya melestarikan budaya lokal, namun juga menjadi momentum kebangkitan gotong royong dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat desa.
Ketua Panitia, Sugito, menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga, peserta, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara. “Semoga acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana membangun kebanggaan akan identitas budaya desa kita,” ujarnya.
Koordinator Pawai Budaya, Yunan Arif Mahmudi, menambahkan bahwa persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari, termasuk pengaturan teknis seperti sound system, lighting, rute karnaval, serta keamanan selama kegiatan berlangsung.
Pawai Budaya Bersih Desa Ngadirejo 2025 ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal bisa dikemas dalam format yang meriah, menarik, dan tetap menyatu dengan semangat gotong royong warga desa. Harapannya, kegiatan ini dapat terus diselenggarakan secara berkesinambungan dan menjadi agenda budaya tahunan yang dinanti oleh generasi mendatang.